<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<rss version="2.0"
 xmlns:blogChannel="http://backend.userland.com/blogChannelModule"
>

<channel>
<title>Amrizal&#x27;s Site</title>
<link>http://penjelajahwaktu.multiply.com/</link>
<description>Bersyukurlah, Maka Engkau Akan Kaya</description>
<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 19:04:48 -0000</pubDate>
<lastBuildDate>Sun, 18 Nov 2007 03:01:40 -0000</lastBuildDate>

<image>
<title>Amrizal&#x27;s Site</title>
<url>http://images.penjelajahwaktu.multiply.com/logo</url>
<link>http://penjelajahwaktu.multiply.com</link>
<width>100</width>
<height>100</height>
</image>

<item>
<title>CERPEN I : MERAH PUTIH</title>
<description>&#x3C;STRONG&#x3E;MERAH PUTIH&#x3C;/STRONG&#x3E;&#x3C;BR&#x3E;&#x3C;BR&#x3E;&#xA0;&#xA0;&#xA0;Sejak tadi mataku tak lekang dari pengemis perempuan yang berjalan dengan gontai di antara kendaraan yang berhenti karena lampu merah itu. Tangannya yang memegang gelas besi putih digoyang-goyangkan ke arah seorang pengendara motor bebek. Sesaat kemudian bertambahlah isi gelas itu seribu rupiah.&#x3C;BR&#x3E;&#xA0;&#xA0;&#xA0;Edan! Umpatku dalam hati. Mudah amat orang itu dapat uang. Mungkin penghasilannya sebulan lebih tinggi dariku. Bagaimana kalau aku jadi pengemis juga? Aku bertanya pada diri sendiri. Aku mungkin tidak perlu bangun terlalu pagi dan buru-buru menunggu bis untuk ke kantor. Aku juga tidak perlu dapat omelan bos karena kesalahan-kesalahan yang sepele. Hidup bisa jadi lebih bebas.&#x3C;BR&#x3E;&#xA0;&#xA0;&#xA0;Aku bangkit dari kursi kayu panjang  di depan toko fotokopi dekat kantor. Aku mendengus kesal. Kulirik arlojiku. Kayaknya Heri tidak akan datang lagi hari ini. Dia selalu saja ingkar janji. Lebih baik aku pulang sekarang.&#x3C;BR&#x3E;&#xA0;&#xA0;&#xA0;Aku berbelok ke kanan. Sinar matahari sangat terik. Rasanya seperti membakar kulitk...</description>
<guid isPermaLink="true">http://penjelajahwaktu.multiply.com/journal/item/8/CERPEN_I_MERAH_PUTIH</guid>
<pubDate>Sun, 18 Nov 2007 03:01:40 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>TIGA KEINGINAN</title>
<description>&#xA0;&#xA0;&#xA0;Mungkin anda pernah mendengar cerita tentang seseorang yang menemukan botol kaca tertutup di tepi pantai. Iseng dia membuka tutup botol itu dan Wsssh! tiba-tiba keluarlah jin sakti yang rupanya telah dikurung berabad-abad lamanya di dalam botol itu. Sebagai ucapan terima kasih, jin tersebut memberikan tiga permintaan kepada si penolongnya. Dasar si penolong berjiwa miskin. Dia meminta 3 TA, yaitu memiliki harTA yang banyak, dikelilingi waniTA cantik dan diberi tahTA kekuasaan. Belakangan dia menyesal meminta hal tersebut karena ternyata ketiga hal itu tidak membuatnya tidak bisa membuatnta bahagia selamanya.&#x3C;BR&#x3E;&#xA0;&#xA0;&#xA0;Saya selalu berpikir tentang apa yang akan saya minta kalau di beri kesempatan seperti di atas. Dan saya telah tahu jawabannya.&#x3C;BR&#x3E;&#xA0;&#xA0;&#xA0;Untuk permintaan pertama, saya akan meminta untuk selalu bisa merasa bahagia atas apapun kenyataan yang saya alami. Saya sadar bahwa kebahagiaan adalah tujuan semua orang dalam melakukan kegiatan apapun. Kebahagiaan itu bukan karena sesuatu hal dilu...</description>
<guid isPermaLink="true">http://penjelajahwaktu.multiply.com/journal/item/7/TIGA_KEINGINAN</guid>
<pubDate>Sun, 18 Nov 2007 02:39:41 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Perpustakaan Terbaik di Indonesia</title>
<description>  Entah sejak kapan saya menjadikan Gramedia sebagai salah satu &#x22;perpustakaan&#x22; saya. Ya, saya menganggap Gramedia itu hampir sama dengan perpustakaan umum lain dimana kita bisa baca buku secara &#x22;gratis&#x22;. Tapi ini dengan koleksi buku-buku yang lebih bagus.&#x3C;BR&#x3E;   Mungkin sudah ratusan buku yang saya baca gratis dari toko buku ini. Buku terakhir yang saya ingat FINANCIAL REVOLUTION karya Tung Desem Waringin, MENJADI PENGUSAHA TIDAK KAYA, PERCUMA, karya Safir Senduk, CARA MENJADI HACKER, dan puluhan buku-buku bestseller lainnya.&#x3C;BR&#x3E;   Saya sebenarnya tidak terlalu yakin kalau ini adalah hal yang etis. Tapi saya sama sekali tidak dapat membendung rasa penasaran terhadap buku-buku tersebut. Sejak dulu minat baca saya memang tinggi, terutama terhadap topik-topik yang menarik bagi saya seperti topik pengembangan kepribadian, fiksi, sejarah tokoh-tokoh terkenal, how to, dan agama. Apalagi kalau melihat bentuk, judul, dan sinopsis buku zaman sekarang yang dirancang sedemikian rupa untuk menggoda pembaca...</description>
<guid isPermaLink="true">http://penjelajahwaktu.multiply.com/journal/item/6/Perpustakaan_Terbaik_di_Indonesia</guid>
<pubDate>Sun, 18 Nov 2007 02:34:56 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Taman Hikmah</title>
<guid isPermaLink="true">http://penjelajahwaktu.multiply.com/links/item/3/Taman_Hikmah</guid>
<pubDate>Sat, 17 Nov 2007 04:25:26 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Ipul</title>
<guid isPermaLink="true">http://penjelajahwaktu.multiply.com/links/item/2/Ipul</guid>
<pubDate>Sat, 17 Nov 2007 04:17:05 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>R a n d e z v o u s</title>
<guid isPermaLink="true">http://penjelajahwaktu.multiply.com/links/item/1/R_a_n_d_e_z_v_o_u_s</guid>
<pubDate>Sat, 17 Nov 2007 04:12:06 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Catatan Hati Seorang Dokter 2</title>
<description>&#x3C;STRONG&#x3E;SEKALI LAGI MENJADI HAKIM KEMATIAN&#x3C;BR&#x3E;&#x3C;/STRONG&#x3E;&#x3C;BR&#x3E;  Selasa, 1 Agustus 2007, aku kembali &#x22;menjalani&#x22; sebuah kematian. Sungguh berat rasanya mendapati orang sekarat, yang napasnya tinggal satu-satu. Apalagi sebagai orang yang memutuskan apakah dia sudah meninggal atau tidak. Tanggung jawab itu rasanya begitu besar. Sulit sekali mengatakan kepada keluarganya. Tapi  akhirnya dengan segenap kekuatan kalimat itu terungkap. &#x22;Maaf, Pak, dia sudah meninggal!&#x22;&#x3C;BR&#x3E; Tangis keluarga langsung pecah. Suaranya memenuhi seluruh ruangan di klinik 24 jam itu.  Aku tertunduk lesu. Aku bisa merasakan kesedihan para keluarga. Air mata ini juga mau meluber sebenarnya. Tapi berhasil aku bendung.&#x3C;BR&#x3E; Terlepas dari keadaan pasien yang berat, aku tetap menyesali kenapa aku tidak bisa menyelamatkan jiwanya. Hati kecilku tidak  bisa menerima kalau mungkin memang ajalnya sudah di situ, seperti kepercayaanku kalau ajal setiap orang itu sudah ditetapkan tempat dan waktunya secara tepat. &#x3C;BR&#x3E; Wanita paruh baya itu memang datang dengan keluhan pe...</description>
<guid isPermaLink="true">http://penjelajahwaktu.multiply.com/journal/item/5/Catatan_Hati_Seorang_Dokter_2</guid>
<pubDate>Sat, 17 Nov 2007 03:42:24 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Dungu Tidak Berarti Idiot</title>
<description>&#x3C;STRONG&#x3E;Dungu tidak berarti idiot&#x3C;/STRONG&#x3E;&#x3C;BR&#x3E;&#x3C;BR&#x3E; &#x22;Kenapako tidak ikut, Dongo! Ramai sekali acaranya&#x27;.&#x22;&#x3C;BR&#x3E;(Kenapa kamu tidak ikut, dungu! Acaranya ramai sekali)&#x3C;BR&#x3E;Begitulah salah satu bentuk kalimat yang biasa  djumpai di Makassar. Memang struktur bahasanya sangat kacau, tapi di sinilah letak keunikannya. (Baca tulisan ipul berjudul &#x22;Makan mi!&#x22;)&#x3C;BR&#x3E;Mendengar kata dungu di atas, orang luar yang tidak terbiasa dengan logat Makassar kemungkinan besar akan tersinggung. Kasar sekali kedengarannya. Kenapa sih kamu bilang saya dungu? Saya tidak dungu! Begitu reaksi dari mereka.&#x3C;BR&#x3E;Tapi jika mereka mengerti dengan maksud si pembicara, mereka mungkin langsung akan tertawa. Atau jika mereka lama berinteraksi dengan orang-orang Makassar, bisa-bisa   mereka ikut-ikutan memakai kata ini.&#x3C;BR&#x3E; Dungu (dongo&#x27;) di sini memang berarti bodoh dalam Bahasa Indonesia. Tapi sama sekali tidak  bermaksud menghina. Tidak bermakna bahwa lawan bicara itu idiot atau berIQ jongkok. Ini hanyalah salah satu ucapan bernada &#x22;sayang&#x22; atau &#x22;peduli&#x22;. Contoh di ata...</description>
<guid isPermaLink="true">http://penjelajahwaktu.multiply.com/journal/item/4/Dungu_Tidak_Berarti_Idiot</guid>
<pubDate>Sat, 17 Nov 2007 03:42:09 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Waktu Kolaka mendatangiku!</title>
<description>Kolaka, kota kecil, namun bersih. Tampak banyak sekali ojek berkeliaran. Di sini baru saya lihat lampu merah berbahan bakar sinar matahari. Di jakarta pun saya rasa belum</description>
<guid isPermaLink="true">http://penjelajahwaktu.multiply.com/photos/album/5/Waktu_Kolaka_mendatangiku</guid>
<pubDate>Sat, 17 Nov 2007 03:32:06 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Jalan-Jalan Ke Tangkuban Perahu</title>
<description>Sungguh Indah gunung ini! Kawahnya memukau dengan asap belerang yang mengepul-ngepul tiada henti. Dinginnya menyelimuti. Kabutnya memeluk tubuh dan mata ini. Benar-benar mukjizat</description>
<guid isPermaLink="true">http://penjelajahwaktu.multiply.com/photos/album/4/Jalan-Jalan_Ke_Tangkuban_Perahu</guid>
<pubDate>Sat, 17 Nov 2007 03:25:05 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Catatan Hati seorang Dokter 1</title>
<description>&#x3C;FONT face=&#x22;Verdana&#x22;&#x3E;&#x3C;STRONG&#x3E;DOK, KOK SAYA BELUM SEMBUH SIH?&#x3C;/STRONG&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;BR&#x3E;&#x3C;BR&#x3E;Sore itu seorang ibu muda datang dengan muka berseri membawa anaknya ke tempat praktek saya di Klinik Wisata Medika, Anyer. &#x3C;BR&#x3E;&#x22;Gimana, Bu, sekarang anaknya?&#x22; tanyaku.&#x3C;BR&#x3E;&#x22;Alhamdulillah, Pak Dokter. Sekarang jauh lebih baik. Batuk-batuknya sudah berkurang. Obatnya benar-benar bagus. Sekali minum aja, langsung deh dia bisa main&#x22;&#x3C;BR&#x3E;&#x22;Alhamdulillah.&#x22; kataku bersyukur. &#x22;Kalau begitu, ibu harus terusin obatnya ya, sampai benar-benar sembuh.&#x22;&#x3C;BR&#x3E;&#x22;Iya, dok. Trima kasih, Pak Dokter.&#x22;&#x3C;BR&#x3E;Saat itu saya bahagia sekali. Saya telah membantu orang menjadi sehat. Perasaan ini tidak mampu dilukiskan dengan kata-kata. Begitulah perasaan saya tiap kali mengetahui pasien saya sehat kembali dengan resep obat dari saya. &#x3C;BR&#x3E;Tapi suatu waktu saya mendapat kasus lain.&#x3C;BR&#x3E;Sepasang orang tua membawa anak laki-lakinya pada saya. Mereka tampak cemberut.&#x3C;BR&#x3E;&#x22;Dok, kenapa panas anak saya belum turun?&#x22;tanya ibunya. &#x22;Obatnya sudah habis tapi kok belum sembuh ya, Dok?&#x22;&#x3C;BR&#x3E;Perasaan saya langsung berkecamuk. Rasa bersalah m...</description>
<guid isPermaLink="true">http://penjelajahwaktu.multiply.com/journal/item/2/Catatan_Hati_seorang_Dokter_1</guid>
<pubDate>Fri, 16 Nov 2007 08:01:43 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Potret Fana</title>
<guid isPermaLink="true">http://penjelajahwaktu.multiply.com/photos/album/2/Potret_Fana</guid>
<pubDate>Fri, 16 Nov 2007 07:35:03 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Sepercik kenangan!</title>
<description>Tangkaplah waktu itu, dan simpan menjadi</description>
<guid isPermaLink="true">http://penjelajahwaktu.multiply.com/photos/album/1/Sepercik_kenangan</guid>
<pubDate>Fri, 16 Nov 2007 07:10:43 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Ulang tahun...</title>
<description>Hari ini genap 26 tahun... aku hidup di dunia.. &#x3C;br&#x3E;Ya Tuhan... Aku belum bisa sepenuhnya menjalankan tugasmu di dunia.&#x3C;br&#x3E;Seperti dalam firman-Mu. &#x22;Tidak kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.&#x22;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;</description>
<guid isPermaLink="true">http://penjelajahwaktu.multiply.com/journal/item/1/Ulang_tahun...</guid>
<pubDate>Wed, 14 Nov 2007 14:05:16 -0000</pubDate>
</item>

</channel>
</rss>